Hari Pangan Sedunia 2018

44464944_10204822312594059_6953161820085420032_n

Pada tanggal 16 Oktober 2018 lalu umat Katolik ikut memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS). Kesempatan tersebut disambut positif oleh seluruh umat dunia termasuk Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo. Dalam Hari Pangan Sedunia Mgr. Suharyo juga menyampaikan surat gembala mengenai Hari Pangan Sedunia.

Dalam surat gembalanya Ia mengajak umat untuk tidak membuang makanan. Karena dengan membuang makanan pada dasarnya kita mengurangi hak orang lain. Ia mengatakan pangan adalah kebutuhan dasar manusia, sehingga kebutuhan pangan setiap orang akan mempersatukan dan menumbuhkan solidaritas dan kerelaan berbagi. Namun nyatanya pangan juga dapat menimbulkan konflik yaitu menimbulkan keserakan. Seperti yang dikutip dari Mahatma Gandhi “Bumi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia, bukan untuk memenuhi keserakahan manusia”.

Mgr. Suharyo juga mewajibkan kita untuk melibatkan diri dalam usaha mengatasi kelaparan dan menjaga keamanan pangan sebagai tantangan moral dan iman kita. Untuk itu, Ia mengajak keluarga dan komunitas Katolik untuk merawat dan mengembangkan nilai-nilai manusiawi sekaligus Kristiani dalam rangka mengatasi kelaparan dan kekurangan pangan bergizi. “Upaya-upaya kecil apapun misalnya, tidak membuang makanan, berani berkata ‘cukup’, menghemat air menjadi bermakna karena dijiwai oleh iman” katanya. Menurut Mgr. Suharyo, melalui gerakan semacam itu iman umat Katolik akan bertumbuh dan berbuah. (Abed)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *