Misa Penerimaan Sakramen Krisma “Terimalah Roh Kudus dan Siap Diutus!”

43698320_10204794616141665_5847000981639790592_n

Minggu, 7 Oktober 2018 ialah hari yang ditunggu-tunggu bagi 170 calon penerima Krisma. Setelah mengikuti delapan kali pertemuan agar lebih siap diberi tanda kedewasaan iman dengan perantaraan roh kudus, mereka akan menerima Sakramen Krisma yang berarti memiliki tanggung jawab iman dan wajib menyebarluarskan dan membela iman sebagai saksi Kristus.

43752152_10204794626781931_1605402970734723072_n

Walaupun persiapannya tergolong singkat, hanya dalam waktu dua bulan, panitia yang sebagian besar terdiri dari orang tua penerima sakramen krisma bekerja keras agar acara dan dana bisa berjalan sesuai jadwal. Menurut Ketua Acara, Robby Romero, meski waktu yang dimiliki sedikit dan sempat ragu apakah acara dapat berjalan lancar, namun nyatanya semua kekhawatiran dapat teratasi. “Hal ini tidak lepas dari dukungan aktif Romo yang nenatiasa memberi arahan, sehingga tim panitia percaya diri dalam menjalankan tugas ini,” ujarnya kembali.

43828669_10204794610461523_6587741170703532032_n

Misa penerimaan Sakramen Krisma di Paroki Cilangkap dipimpin oleh Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Jakarta, RD Samuel Pangestu. Para penerima Sakramen Krisma mendapatkan tambahan nama baru (diambil dari nama Santa dan Santo), yang diletakkan di belakang nama baptis mereka. Di Gereja Anak Domba sendiri, bagi para penerima sakramen krisma peremuan diberi nama Santa Filomena yang merupakan pelindung anak-anak Maria, OMK, para imam, para bayi dan juga orang miskin. Sementara untuk pria diberi tambahan nama Santo Yohanes Maria Vianney.

43880676_10204794608821482_5767233852586065920_n

43880582_10204794619181741_685911663060189184_n

Sambil menutup wawancara Robby juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu jalannya acara ini “Saya mewakili panitia mengucapkan terima kasih untuk semua romo paroki, para dewan paroki harian, para seksi-seksi diantarnya seksi katekese, seksi liturgi dan seksi komsos. Tak lupa juga bapak dan ibu pengajar, sekretariat, karyawan gereja, pengelola budi murni,” tutupnya. (shella)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *